Dorong Laju Ekspor UMKM, Bea Cukai Adakan Sharing Session dengan Ground Handling


Berita tanggal : 24-06-2021

(TANGERANG, 12/06) – Sejumlah upaya telah dilakukan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) dalam meningkatkan potensi penerimaan negara di masa pandemi, salah satunya melalui rangkaian program ekspor produk UMKM. Seperti halnya dengan Bea Cukai Soekarno-Hatta yang mengundang pihak Ground Handling di wilayah Bandara Soekarno-Hatta dalam sebuah sharing session, yang diadakan di Ruang Rapat A pada hari Jumat 11 Juni 2021.

.

Alur prosedur pelaksanaan ekspor dan manajemen logistic menjadi topik utama yang dibahas oleh Kepala Bidang Pelayanan Fasilitas Pabean dan Cukai (PFPC) II Purnomo pada pertemuan kali ini. Turut hadir perwakilan PT Jasa Angkasa Semesta (JAS), PT Gapura Angkasa, dan PT Garuda Indonesia Cargo, sebagai pihak yang selama ini menaungi sistem informasi logistic dan pelaksanaan kegiatan ekspor impor pada umumnya.

.

Purnomo mengatakan, bahwa Bea Cukai Soekarno-Hatta memiliki program kerja berupa upaya meningkatkan kontribusi ekspor dengan melibatkan pelaku IKM dan UMKM di Provinsi Banten. Untuk mewujudkannya, diperlukan komitmen serta penyamaan persepsi dan visi bagi seluruh pihak yang terlibat dalam proses pelaksanaannya.

.

“Permasalahan utama yang kerap dihadapi oleh para pelaku usaha tersebut adalah tingginya biaya logistic ekspor, serta minimnya pengetahuan dan wawasan mengenai pelaksanaan ekspor itu sendiri. Melalui pertemuan ini, kita berbagi pandangan dan pendapat agar menemukan jalan tengah dan solusi untuk mendukung UMKM,” ucap Purnomo.

.

Harapan Rachman selaku Manajer Garudia Indonesia Cargo menuturkan, bahwa diperlukan koordinasi seluruh instansi di Bandara Soekarno-Hatta dalam memberikan informasi untuk membentuk pemahamam bagi para pelaku usaha mengenai proses ekspor di bandara soekarno-hatta serta komponen biaya yang dikeluarkan secara transparan.

.

“Yang menjadi kendala, memang ketidaktahuan masyarakat. Sehingga mereka para pelaku usaha membayar jasa forwarder atau jasa agen lainnya, yang tentunya akan menambah biaya produksi mereka. Padahal pada praktiknya, ekspor itu mudah dan biayanya murah, selama semua pihak berkomitmen kerja sama untuk memberikan asistensi,“ kata Harapan.

.

Purnomo menanggapi, bahwa Bea Cukai Soekarno-Hatta selanjutnya akan membangun coaching clinic, sebagai wadah konsultasi dan penyebaran informasi, serta asistensi kepada para pelaku IKM dan UMKM mengenai prosedur ekspor secara umum, regulasi yang terkait, serta komponen biaya yang dibutuhkan, dari awal pembuatan dokumen Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) hingga terbitnya Nota Pelayanan Ekspor (NPE).

Copyright © 2020 - Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Soekarno Hatta.